Penelitian diadakan
di Giant Hypermarket MOG di Jalan Kawi dan MATOS Hypermart di Jalan Veteran di
kota Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan keputusan pembelian konsumen terhadap chicken nugget dan
untuk mengetahui faktor-faktor pengaruh. Jumlah sampel 100 responden dengan 50
konsumen dari setiap lokasi yang digunakan untuk mendapatkan data yang dipilih
secara accidental sampling. Data dikumpulkan dari 19 Mei - 26 Juni 2013. Data
primer dikumpulkan dengan metode survei menggunakan kuisioner struktural. Analisis data terdiri dari dua tahap, yaitu
analisis faktor dan analisis regresi berganda. Hasil dari penelitian ini bahwa
konsumen membeli chicken nugget dengan merek dan kuantitas yang sama namun
berdasarkan kebutuhan. Faktor "lingkungan sosial chicken nugget konsumen",
"promosi, tempat dan komposisi chicken nugget", "harga
dan merek chicken nugget", "promosi dan produk chicken
nugget", jenis kelamin dan pekerjaan dapat meningkatkan pembelian
konsumen terhadap produk chicken nugget.
Sumber : http://fapet.ub.ac.id/wp-content/uploads/2014/01/PERILAKU-KONSUMEN-DALAM-PEMBELIAN-PRODUK-CHICKEN-NUGGET.pdf
Kamis, 08 Januari 2015
Bagaimana Perilaku Konsumen Terhadap Pembelian Belanja Online
4 Perilaku Konsumen
Saat Belanja Online. Ini perlu anda ketahui jika anda menjadi seorang penjual
online. Beberapa hal berikut mungkin dapat sedikit membantu anda dalam hal
memperhatikan perilaku konsumen yang
setidaknya dapat membantu konversi tingkat pembelian terhadap produk anda.
Jangan heran pada saat pengunjung web toko online anda yang hanya sekedar
bertanya namun tidak membeli produk dari toko anda hmmm.. apalagi tanyaknya
udah panjang lebar tapi tidak jadi beli,,,sebel banget. Ini pernah saya alami.
Ya sebagai penjual harus sabar meladeni pembeli apapaun karekaternya.
Inilah 10 perilaku konsumen
yang patut kita ketahui jika kita berposisi sebagai penjual :
1. Menanyakan harga produk
Ini sering kali terjadi, meskipun harga sudah jelas di
pajang pada web, harga produk tetap di tanyakan juga hadehh…:-D
Tips:
Tetap tanggapi dengan positif apapun yang di tanyakan
konsumen. Apalagi konsumen tersebut adalah konsumen yang beru datang ke toko
online anda ( konsumen baru ). Jangan biarkan ia kabur karena kesan acuh yang
ia dapat dari tanggapan anda saat anda merasa jengkel.
2. Melakukan pemesanan namun tidak melakukan
pembayaran
Kadang ada juga pembeli yang tertarik dan sampai memesan
produk. Namun untuk selanjutnya konsumen tersebut tidak melakukan pembayaran
produk atau sekedar tertarik iseng. Ini juga pernah saya lakukan saat saya
berbelanja online, maklum saya tertarik produk tersebut padahal uang saya belum
ada hehe..:-D. Ini salah satu perilakuk konsumen saat berbelanja online.
Mengapa ini bisa terjadi, karena berbelanja online kita dapat sesuka kita
memilih produk dan memesanya tanpa malu untuk selanjutnya membatalkan
pemesananya kita tersebut.
Tips:
Jika itu terjadi pada anda ( sebagai penjual online ),
konsumen tersebut merupakan prospek yang bagus dan memungkinkan terjadinya
pembelian terhadap produk anda. Tanggung jawab anda adalah selanjutnya mem-follow
atau mengingatkan terhadap pemesanan yang dilakukan konsumen anda tersebut.
Biasanya follow-up dilakuka 1-2 hari setelah pemesanan dilakukan oleh konsumen.
Ini juga salah satu tips menfollow pengunjung prospek. Jika kita terlalu cepat
melakukan followup, maka kencerungan konsumen malah merasa takut, seolah-olah
ingin di paksa untuk membeli. Teknik dan tips menfolloup konsumen akan saya
bahas di postingan selanjutnya. Karena dengan teknik followup yang baik akan
mengingkatkan tingkat pembelian atas produk anda.
3. Butuh jaminan
Setiap berbelanja online konsumen pasti berhati-hati. Karena
yang memang pada dasarnya berbelanja online adalah belanja dengan sistem
kepercayaan. Jika konsumen sudah berani belanja di toko online anda, itu
berarti konsumen tersebut sudah memberikan kepercayaannya terhadap toko online
anda. Dari sinilah jangan kita hancurkan kepercayaan konsumen tersebut.
Konsumen butuh jaminan atas produk yang dibelinya tersebut. Sudah terbukti
banyak toko online yang memberikan jaminan atas produknya, terjadi tingkat
penjualan yang tinggi setelah menerapkan “jaminan uang kembali”. Dan teknik
menjamin konsumen seperti ini masih banyak lagi trik dan kata-kata yang
digunakan. Jika kita bahas disini akan sangat lebar. Di postingan selanjutnya
akan kita bahas secara mendetail bagaiman mana menjamin konsumen agar ia tidak
ragu dan langsung membeli produk dari toko online kita.
Tips:
Contoh beberapa kalimat yang dapat menjamin konsumen
sehingga ia merasa tidak sungkan mengeluarkan uangnya untuk membeli produk
anda: “Garansi uang kembali jika produk tidak asli“,”Barang tidak
sampai kami kirim ulang“. Dan masih banyak lagi yang lainya. Yang intinya
adalah membuang rasa takut yang dimiliki konsumen saat berbelanja online.
4. Jaga privasi
Tidak semua konsumen yang berbelanja online suka diketahui
orang lain paket apa yang dikirim padanya. Banyak juga yang mengingiknan di
jaga kerahasiaanya. Misalnya saat sering mendapat konfirmasi konsumen setelah
melakukan pembayaran dengan pertanyaan : “Paket dibungkus polos ya mas“,
“Nama produk janga ditulis ya mas“,dll.
Tips:
Usahakan beri kalimat yang membuat konsumen merasa nyaman.
Misal:”Paket dibungkus polos dan rapih“. Ada kalimat rapih yang
secara tidak langsung membuat konsumen tenang dan nyaman secara psikologi. Dan
hal tersebut memang sangat berkaitan erat dengan salah satu dasar konsumen
berbelanja, yaitu konsumen berbelanja karena sisi emosional.
Itulah 4 Perilaku konsumen
saat berbelanja online yang dapat sharing pada teman semua. Semoga dapat
membatu. Mari berdiskusi memalu form komentar jika ada yang ingin ditambahkan
atau memberi saran. Saya dengan senang hati menanggabi komentar atau saran yang
teman semua berikan
Rabu, 29 Oktober 2014
Faktor yg Mempengaruhi Konsumen Melakukan Pembelian
Menurut phillip Kotler (2003:202) perilaku pembelian
konsumen dipengaruhi oleh empat faktor, diantaranya sebagai berikut:
1. Faktor budaya
Budaya, sub budaya, dan kelas sosial sangat penting bagi
perilaku pembelian. Budaya merupakan penentu keinginan dan perilaku paling
dasar. Anak-anak yang sedang tumbuh akan mendapatkan seperangkat nilai,
persepsi, preferensi, dan perilaku dari keluarga dan lembaga-lembaga penting
lainnya. Contonhya pada anak-anak yang dibesarkan di Amerika Serikat sangat
terpengaruh dengan nilai-nilai sebagai berikut: prestasi, aktivitas, efisiensi,
kemajuan, kenikmatan materi, individualisme, kebebasan, humanisme, dan berjiwa
muda.
Masing-masing subbudaya terdiri dari sejumlah sub-budaya
yang lebih menampakkan identifikasi dan sosialisasi khusus bagi para anggotanya
seperti kebangsaan, agama, kelompok, ras, dan wilayah geografis.
Pada dasaranya dalam sebuah tatanan kehidupan dalam
bermasyarakat terdapat sebuah tingkatan (strata) sosial. Tingkatan sosial
tersebut dapat berbentuk sebuah sistem kasta yang mencerminkan sebuah kelas
sosial yang relatif homogen dan permanen yang tersusun secara hirarkis dan para
anggotanya menganut nilai, minat dan perilaku yang serupa. Kelas sosial tidak
hanya mencerminkan penghasilan, tetapi juga indikator lain seperti pekerjaan,
pendidikan, perilaku dalam berbusana, cara bicara, rekreasi dan lain-lainya.
2. Faktor Sosial
Selain faktor budaya, perilaku pembelian konsumen juga
dipengaruhi oleh faktor sosial diantarannya sebagai berikut:
a. Kelompok acuan
Kelompok acuan dalam perilaku pembelian konsumen dapat
diartikan sebagai kelompok yang yang dapat memberikan pengaruh secara langsung
atau tidak langsung terhadap sikap atau perilaku seseorang tersebut. Kelompok
ini biasanya disebut dengan kelompok keanggotaan, yaitu sebuah kelompok yang
dapat memberikan pengaruh secara langsung terhadap seseorang. Adapun anggota
kelompok ini biasanya merupakan anggota dari kelompok primer seperti
keluarga, teman, tetangga dan rekan kerja yang berinteraksi dengan secara
langsung dan terus menerus dalam keadaan yang informal. Tidak hanya kelompok
primer, kelompok sekunder yang biasanya terdiri dari kelompok keagamaan,
profesi dan asosiasi perdagangan juga dapat disebut sebagai kelompok
keanggotaan.
b. Keluarga
Dalam sebuah organisasi pembelian konsumen, keluarga
dibedakan menjadi dua bagian. Pertama keluarga yang dikenal dengan istilah
keluarg orientas. Keluarga jenis ini terdiri dari orang tua dan saudara kandung
seseorang yang dapat memberikan orientasi agam, politik dan ekonomi serta
ambisi pribadi, harga diri dan cinta. Kedua, keluarga yang terdiri dari
pasangan dan jumlah anak yang dimiliki seseorang. Keluarga jenis ini biasa
dikenal dengan keluarga prokreasi.
c. Peran dan status
Hal selanjutnya yang dapat menjadi faktor sosial yang dapat
mempengaruhi perilaku pembelian seseorang adalah peran dan status mereka di
dalam masyarakat. Semakin tinggi peran seseorang didalam sebuah organisasi maka
akan semakin tinggi pula status mereka dalam organisasi tersebut dan secara
langsung dapat berdampak pada perilaku pembeliannya. Contoh seorang direktur di
sebuah perusahaan tentunya memiliki status yang lebih tinggi dibandingkan
dengan seorang supervisor,begitu pula dalam perilaku pembeliannya.
Tentunya, seorang direktur perusahaan akan melakukan pembelian terhadap
merek-merek yang berharga lebih mahal dibandingkan dengan merek lainnya.
3. Pribadi
Keputusan pembelian juga dapat dipengaruhi oleh
karakterisitik pribadi diantaranya usia dan tahap siklus hidup, pekerjaan,
keadaan ekonomi, gaya hidup, serta kepribadian dan konsep-diri pembeli.
a. Usia dan siklus hidup keluarga
Orang membeli barang dan jasa yang berbeda-beda sepanjang
hidupnya yang dimana setiap kegiatan konsumsi ini dipengaruhi oleh siklus hidup
keluarga
b. Pekerjaan dan lingkungan ekonomi
Pekerjaan dan lingkungan ekonomi seseorang dapat
mempengaruhi pola konsumsinya. Cotohnya, direktur perusahaan akan membeli
pakaian yang mahal, perjalanan dengan pesawat udara, keanggotaan di klub
khusus, dan membeli mobil mewah. Selain itu, biasanya pemilihan produk juga
dilakukan berdasarkan oleh keadaan ekonomi seseorang seperti besaran
penghasilan yang dimiliki, jumlah tabungan, utang dan sikap terhadap belanja
atau menabung.
c. Gaya hidup
Gaya hidup dapat di artikan sebagai sebuah pola hidup
seseorang yang terungkap dalam aktivitas, minat dan opininya yang
terbentuk melalui sebuah kelas sosial, dan pekerjaan. Tetapi, kelas sosial dan
pekerjaan yang sama tidak menjamin munculnya sebuah gaya hidup yang sama.
Melihat hal ini sebagai sebuah peluang dalam kegiatan pemasaran, banyak pemasar
yang mengarahkan merek mereka kepada gaya hidup seseorang. Contohnya,
perusahaan telepon seluler berbagai merek berlomba-lomba menjadikan produknya
sesuai dengan berbagai gaya hidup remaja yang modern dan dinamis seperti
munculnya telepon selular dengan fitur multimedia yang ditujukan untuk kalangan
muda yang kegiatan tidak dapat lepas dari berbagai hal multimedia seperti
aplikasi pemutar suara, video, kamera dan sebagainya. Atau kalangan bisnis yang
menginginkan telepon selular yang dapat menujang berbagai kegiatan bisnis
mereka.
d. Kepribadian
Setiap orang memiliki berbagai macam karateristik
kepribadian yang bebeda-beda yang dapat mempengaruhi aktivitas kegiatan
pembeliannya. Kepribadian merupakan ciri bawaan psikologis manusia yang berbeda
yang menghasilkan sebuah tanggapan relatif konsiten dan bertahan lama terhadap
rangsangan lingkungannya. Kepribadian biasanya digambarkan dengan menggunakan
ciri bawaan seperti kepercayaan diri, dominasi, kemampuan bersosialisasi,
pertahanan diri dan kemapuan beradaptsi (Harold H kasarjian 1981:160). Kepribadian
dapat menjadi variabel yang sangat berguna dalam menganalisis pilihan
merek konsumen. Hal ini disebakan karena beberapa kalangan konsumen akan
memilih merek yang cocok dengan kepribadiannya.
4. Psikologis
Terakhir, faktor yang dapat mempengaruhi keputusan
pembelian konsumen adalah faktor psikologis. Faktor ini dipengaruhi oleh empat
faktor utama diantaranya sebagai berikut:
a. Motivasi
Seseorang memiliki banyak kebutuhan pada waktu-waktu
tertentu. Beberapa dari kebutuhan tersebut ada yang muncul dari tekanan
biologis seperti lapar, haus, dan rasa ketidaknyamanan. Sedangkan beberapa
kebutuhan yang lainnya dapat bersifat psikogenesis; yaitu
kebutuhan yang berasal dari tekanan psikologis seperti kebutuhan akan
pengakuan, penghargaan atau rasa keanggotaan kelompok. Ketika seseorang
mengamati sebuah merek, ia akan bereaksi tidak hanya pada kemampuan nyata yang
terlihat pada merek tersebut, melainkan juga melihat petunjuk lain yang samar
seperti wujud, ukuran, berat, bahan, warna dan nama merek tersebut yang memacu
arah pemikiran dan emosi tertentu.
Banyak riset yang telah dilakukan peneliti dalam
menghubungkan motivasi seseorang dalam kegiatan pembelian produk tertentu
seperti yang dipelopori oleh Ernest Dichter (Kotler 2003:215), yang dimana
risetnya telah menghasilkan hipotesis sebagai berikut:
· Konsumen
menolak buah prem karena buah prem terlihat keriput dan mengingatkan mereka
pada orang berusia lanjut.
· Pria
menghisap cerutu sebagai versi dewasa dari kebiasaan menghisap ibu jari di masa
anak-anak.
· Wanita
lebih menyukai lemek nabati daripada hewani karena dapat menimbulkan rasa
bersalah karena telah membunuh binatang.
· Wanita
yang tidak yakin dengan adonan kue jika adonan tersebut tidak amemerlukan
tambahan telur, karen adonan tersebut membantu mereka merasa bahwa sedang
“melahirkan”.
Selain riset dari Ernest diatas, Jeans Callibout
menidentifikasikan motivasi-motivasi yang berbeda-beda yang dapat dipuaskan
oleh suatu produk. Contohnya, wiski dapat memenuhi kegiatan relaksasi sosial,
status, atau kesenangan sehingga merek wiski perlu diposisikan pada salah satu
daya tarik tersebut.
Frederick Herzerberg mengembangkan teori dua-faktor yang membedakan dissastifier (faktor-faktor
yang menyebabkan ketidakpuasan) dan satisfier (faktor-faktor
yang menyebabkan kepuasan) yang dapat memotivasi kegiatan pembelian konsumen.
Ia mencotohkan dalam kegiatan pembelian komputer yang dimana tidak adanya garansi
dapat menjadi faktor dissaatisfier tetapi adanya garansi juga tidak menjadi
pemuas atau motivator pembelian, karena garansi bukan merupakan sumber kepuasan
instrinsik komputer. Melainkan kemudahan penggunaanlah yang dapat
menjadi satisfier yang dapat memotivasi kegiatan pembelian.
b. Persepsi
Seseorang yang termotivasi siap untuk segera melakukan
tindakan. Bagaimana tindakan seseorang yang termotivasi akan dipengaruhi
oleh persepsinya terhadap situasi tertentu. Persepsi dapat diartikan sebagai
sebuah proses yang digunkan individu untuk memilih, mengorganisasi, dan
menginterpretasi masukan informasi guna menciptakan sebuah gambaran (Bernard
Barelson, dalam Kotler 2003:217). Persepsi tidak hanya bergantung pada
rangsangan fisik tetapi juga pada rangsangan yang berhubungan dengan lingkungan
sekitar dan keadaan individu yang bersangkutan.
Setiap persepsi konsumen terhadap sebuah produk atau merek
yang sama dalam benak setiap konsumen berbeda-beda karena adanya tiga proses
persepsi yaitu:
Perhatian selektif
Perhatian selektif dapat diartikan sebagai proses
penyaringan atas berbagai informasi yang didapat oleh konsumen. Dalam hal ini
para pemasar harus bekerja keras dalam rangka menarik perhatian konsumen dan
memberikan sebuah rangsangan nama yang akan diperhatikan orang. Hal ini
disebabkan karena orang lebih cenderung memperhatikan rangsangan yang
berhubungan dengan kebutuhnnya saat ini, memperhatikan rangsangan yang mereka
antisipasi dan lebih memerhatikan rangsangan yang memiliki deviasi besar
terhadapa ukuran rangsangan normal seperti, orang cenderung akan memperhatikan
iklan yang menawarkan potongan dan bonus sebesar rp.100.000 ketimbang
iklan komputer yang hanya memberikan bonus atau potongan yang
bernilai rp.50.000
Distorsi Selektif
Distorsi selektif merupakan proses pembentukan persepsi yang
dimana pemasar tidak dapat berbuat banyak terhadap distorsi tersebut. Hal ini
karena distorsi selektif merupakan kecenderungan orang untuk mengubah informasi
menjadi bermakna pribadi dan menginterpretasikan informasi yang didapat dengan
cara yang akan mendukung pra konsepsi konsumen.
Ingatan Selektif
Orang akan banya melupakan banyak hal yang merek pelajari
namun cenderung akan senantiasa mengingat informasi yang mendukung pandangan
dan keyakinan mereka. Karena adanya ingatan selektif, kita cenderung akan
mengingat hal-hal baik yang yang disebutkan tentang produk yang kita sukai dan
melupakan hal-hal baik yang disbutkan tentang produk yang bersaing.
c. Pembelajaran
Pembelajaran meliputi perubahan perilaku seseorang yang
timbul dari pengalaman. Banyak ahli pemasaran yang yakin bahwa pembelajaran
dihasilkan melalui perpaduan kerja antara pendorong, rangsangan, isyarat
bertindak, tanggapan dan penguatan. Teori pembelajaran mengajarkan kepada para
pemasar bahwa mereka dapat membangung permintaan atas suatu produk dengan
mengaitkan pada pendorongnya yang kuat, menggunakan isyarat yang memberikan
motivasi, dan memberikan penguatan positif karena pada dasarnya konsumen akan
melakukan generalisasi terhadap suatu merek. Cotohnya, konsumen yang pernah
membeli komputer merek IBM yang mendapatkan pengalaman menyenangkan dan
persepsi yang positif akan mengasumsikan bahwa merek IBM merupakan merek
komputer yang terbaik, ketika konsumen akan membeli printer merek IBM mungkin
konsumen juga berasumsi hal yang sama bahwa IBM menghasilkan printer yang baik.
d. Keyakinan dan Sikap
Melalui betindak dan belajar, orang mendapatkan keyakinan
dan sikap. Keduanya kemudian mempengaruhi perilaku pembelian konsumen .
Keyakinan dapat diartikan sebgai gambaran pemikiran seseorang tentang gambaran
sesuatu. Keyakinan orang tentang produk atau merek akan mempengaruhi keputusan
pembelian mereka. Contohnya studi tentang keyakinan merek yang menemukan bahwa
konsumen sama-sama menyukai Diet Coke dan Diet Pepsi ketika mencicipi keduanya
dalam tanpa merek. Tetapi, ketika mencicipi Diet yang diberi tahu mereknya,
konsumen memilih diet Coke 65% dan Diet Pepsi 23%. Dalam contoh tersebut dapat
disimpulkan bahwa keyakinan akan merek dapat mempengaruhi keputusan pembelian
konsumen.
Selain keyakinan, sikap merupakan hal yang tidak kalah
pentingnya. Sikap adalah evaluasi, perasaan emosi, dan kecenderungan tindakan
yang menguntungkan atau tidak menguntungkan dan bertahan lama pada seseorang
terhadap suatu objek atau gagasan tertentu.(David Kreh, dalam Kotler 2003:219).
Pengertian Perilaku Konsumen Menurut Para Ahli
· Menurut
Loudon dan Bitta (1995)
Mencakup proses pengambilan keputusan dan kegiatan yang
dilakukan konsumen secara fisik dalam pengevaluasian, perolehan, penggunaan dan
mendapatkan barang atau jasa.
· Menurut
Engel, Blackwell dan Miniard (1995)
Pemahaman terhadap perilaku konsumen mencakup pemahaman terhadap
tindakan yang langsung dilakukan konsumen dalam mendapatkan, mengkonsumsi dan
menghabiskan produk dan jasa, serta termasuk proses keputusan yang mendahului
dan mengikuti tindakan tersebut.
· Menurut
Hawkins, Best dan Coney (2007)
Merupakan studi tentang bagaimana individu, kelompok atau
organisasi melakukan proses pemilihan, pengamanan, penggunaan dan penghentian
produk, jasa, pengalaman atau ide untuk memuaskan kebutuhannya terhadap
konsumen dan masyarakat.
· Menurut
Schiffman dan Kanuk (2007)
Merupakan studi yang mengkaji bagaimana individu membuat
keputusan membelanjakan sumber daya yang tersedia dan dimiliki (waktu, uang dan
usaha) untuk mendapatkan barang atau jasa yang akan dikonsumsi.
Tujuan Mempelajari Perilaku Konsumen
·Dalam
pasar yang semakin intensif tingkat persaingannya, tuntutan konsumen yang
semakin tinggi dan sangat ingin diperlakukan secara khusus, pemahaman akan
konsumen begitu tinggi. Untuk itu sangatlah dibutuhkan pengetahuan tentang
perilaku konsumen demi memuaskan konsumen dan memenangkan persaingan.
·Pemahaman
terhadap perilaku konsumen sangat bermanfaat untuk kepentingan penyusunan
strategi dan bauran pemasaran. Melalui pemahaman terhadap psikografis konsumen
dan juga perilaku penggunaan, pemasar dapat melakukan segmentasi berdasarkan
variabel tersebut. Berdasarkan sikap konsumen, pemasar dapat menyusun strategi
promosi, khususnya iklan secara tepat.
·Manfaat
mempelajari perilaku konsumen bagi perusahaan adalah memungkinkan perusahaan
memahami dengan tepat kebutuhan dan keinginan pelanggannya sehingga dapat
membantunya untuk memuaskan pelanggan, menerapkan konsep pemasaran dan
memperluas legitimasi ke masyarakat (Sheth & Mittal, 2004)
Selasa, 06 Mei 2014
Apa itu PATH ??
Berpusat di San Fransisco, California, perusahaan ini didirikan olehShawn Fanning dan mantan Eksekutif dari Facebook, Dave Morrin. Path didirikan dengan tujuan membuat sebuah jurnal yang interaktif bagi penggunanya.
| Path adalah sebuah aplikasi jejaring sosial pada smartphone yang memungkinkan penggunanya untuk berbagi gambar dan juga pesan. Penggunaan dari Path ditargetkan untuk menjadi tempat tersendiri bagi para pengguna untuk berbagi dengan keluarga dan teman-teman terdekat. Path adalah jejaring sosial di Android dan iOS yang menekankan pada kedekatan relasi antara pengguna dan orang-orang yang terhubung dengannya. Path merupakan jejaring sosial yang bersifat personal dengan jumlah teman maksimal 150 orang. Limit tersebut dimaksudkan untuk membantu anda berbagi pengalaman dan memori bersama orang-orang yang benar-benar dekat dengan anda. Meski hanya dibatasi 150 teman. Anda tetap dapat men-share status dari Path ke beberapa jejaring lain seperti Facebook, Instagram, Foursquare serta Twitter. Anda dapat melakukannya dengan memilih icon jejaring sosial yang ingin anda share tersebut |
Dave Morrin yang juga CEO dari Path berkata: “Yang menjadi visi utama kami adalah untuk membuat sebuah jejaring dengan kualitas yang tinggi dan menjadikan pengguna nyaman untuk berkontribusi setiap waktu.”
Yang membedakan Path dengan jejaring sosial lainnya adalah dimana hanya pengguna yang telah disetujui yang dapat mengakses halaman Path seseorang. Status privasi dari aplikasi ini menjadikan Path lebih eksklusif dari berbagai jejaring sosial yang ada. Path dapat digunakan diiPhone, iPad, iPod Touch, dan Android versi apapun. Aplikasi ini tersebar melalui Apple Application Store dan berbagai situs aplikasi lainnya.
Path juga memperkenalkan versi premium berbayar dengan biaya 15 dollar AS per tahun atau 5 dollar AS per bulan untuk Android dan iOS. Pengguna Android memperoleh opsi tambahan langganan 1 bulan seharga 2 dollar AS.
Pelanggan versi premium akan mendapatkan akses tak terbatas ke berbagai macam filter dan stiker eksklusif di toko item Path. Item baru juga akan langsung diberikan ke pengguna premium begitu mulai tersedia.
Fitur-Fitur Path
Profil
Belanja Stiker, Fitur, dan Filter
Mengunggah Foto dan Video
Mengunggah Lokasi
Mengunggah Musik, Film, dan Buku
Mengunggah Status
Status Bangung & Tidur
Mengirim Pesan Kepada Pengguna Lain
Komentar
Emosi / Emoticon
Melihat Pengujung
Private Sharing
Inner Circle
Yang membedakan Path dengan jejaring sosial lainnya adalah dimana hanya pengguna yang telah disetujui yang dapat mengakses halaman Path seseorang. Status privasi dari aplikasi ini menjadikan Path lebih eksklusif dari berbagai jejaring sosial yang ada. Path dapat digunakan diiPhone, iPad, iPod Touch, dan Android versi apapun. Aplikasi ini tersebar melalui Apple Application Store dan berbagai situs aplikasi lainnya.
Path juga memperkenalkan versi premium berbayar dengan biaya 15 dollar AS per tahun atau 5 dollar AS per bulan untuk Android dan iOS. Pengguna Android memperoleh opsi tambahan langganan 1 bulan seharga 2 dollar AS.
Pelanggan versi premium akan mendapatkan akses tak terbatas ke berbagai macam filter dan stiker eksklusif di toko item Path. Item baru juga akan langsung diberikan ke pengguna premium begitu mulai tersedia.
Fitur-Fitur Path
Profil
Belanja Stiker, Fitur, dan Filter
Mengunggah Foto dan Video
Mengunggah Lokasi
Mengunggah Musik, Film, dan Buku
Mengunggah Status
Status Bangung & Tidur
Mengirim Pesan Kepada Pengguna Lain
Komentar
Emosi / Emoticon
Melihat Pengujung
Private Sharing
Inner Circle
Sumber : http://terbarutau.blogspot.com/2014/02/apa-itu-path.html
CeritaLucu.Gen22.net - Dua orang ahli biologi sedang berada di lapangan untuk mencari jejak beruang liar. Tiba-tiba, beruang liar itu keluar dari sarangnya dan tepat berada di depan mereka.
Mereka memanjat pohon terdekat, tetapi beruang mulai memanjat pohon itu lebih cepat dari mereka. Ahli biologi pertama dimulai melepas sepatu bot kulit hikingnya dan menarik sepasang sepatu lari dari tas punggungnya. Ahli biologi kedua memberinya tatapan penuh kebingungan dan berkata, "Apa yang sedang kamu lakukan?"
Dia menjawab, "Aku akan menghitung ketika beruang itu mendekati kita, dan kita akan melompat turun dan lari."
Orang kedua mengatakan, "Apakah kau gila? Kita berdua tahu kamu tidak dapat berlari lebih cepat dari beruang liar dewasa?"
Pria pertama berkata, "Aku tidak perlu berlari lebih cepat dari beruang itu, aku hanya perlu berlari lebih cepat dari kamu!"
Sumber : http://ceritalucu.gen22.net/2014/05/cerita-kurang-lucu-berlari-lebih-cepat.html
Mereka memanjat pohon terdekat, tetapi beruang mulai memanjat pohon itu lebih cepat dari mereka. Ahli biologi pertama dimulai melepas sepatu bot kulit hikingnya dan menarik sepasang sepatu lari dari tas punggungnya. Ahli biologi kedua memberinya tatapan penuh kebingungan dan berkata, "Apa yang sedang kamu lakukan?"
Dia menjawab, "Aku akan menghitung ketika beruang itu mendekati kita, dan kita akan melompat turun dan lari."
Orang kedua mengatakan, "Apakah kau gila? Kita berdua tahu kamu tidak dapat berlari lebih cepat dari beruang liar dewasa?"
Pria pertama berkata, "Aku tidak perlu berlari lebih cepat dari beruang itu, aku hanya perlu berlari lebih cepat dari kamu!"
Sumber : http://ceritalucu.gen22.net/2014/05/cerita-kurang-lucu-berlari-lebih-cepat.html
"Roar"
I used to bite my tongue and hold my breath
Scared to rock the boat and make a mess
So I sat quietly, agreed politely
I guess that I forgot I had a choice
I let you push me past the breaking point
I stood for nothing, so I fell for everything
You held me down, but I got up (HEY!)
Already brushing off the dust
You hear my voice, you hear that sound
Like thunder gonna shake the ground
You held me down, but I got up (HEY!)
Get ready 'cause I’ve had enough
I see it all, I see it now
[Chorus]
I got the eye of the tiger, a fighter, dancing through the fire
'Cause I am a champion and you’re gonna hear me roar
Louder, louder than a lion
'Cause I am a champion and you’re gonna hear me roar
Oh oh oh oh oh oh
Oh oh oh oh oh oh
Oh oh oh oh oh oh
You’re gonna hear me roar
Now I’m floating like a butterfly
Stinging like a bee I earned my stripes
I went from zero, to my own hero
You held me down, but I got up (HEY!)
Already brushing off the dust
You hear my voice, you hear that sound
Like thunder gonna shake the ground
You held me down, but I got up (HEY!)
Get ready ’cause I’ve had enough
I see it all, I see it now
[Chorus]
I got the eye of the tiger, a fighter, dancing through the fire
‘Cause I am a champion and you’re gonna hear me roar
Louder, louder than a lion
‘Cause I am a champion and you’re gonna hear me roar
Oh oh oh oh oh oh
Oh oh oh oh oh oh
Oh oh oh oh oh oh
You’re gonna hear me roar
Oh oh oh oh oh oh
Oh oh oh oh oh oh
You'll hear me roar
Oh oh oh oh oh oh
You're gonna hear me roar...
Ro-oar, ro-oar, ro-oar, ro-oar, ro-oar
I got the eye of the tiger, a fighter, dancing through the fire
‘Cause I am a champion and you’re gonna hear me roar
Louder, louder than a lion
‘Cause I am a champion and you’re gonna hear me roar
Oh oh oh oh oh oh
Oh oh oh oh oh oh
Oh oh oh oh oh oh
You’re gonna hear me roar
Oh oh oh oh oh oh
Oh oh oh oh oh oh
You'll hear me roar
Oh oh oh oh oh oh
You're gonna hear me roar...
Sumber : http://www.azlyrics.com/lyrics/katyperry/roar.html
Langganan:
Postingan (Atom)