JellyPages.com

Senin, 02 Mei 2016

Rencana Kedepan

My plans after college wants to work in the banking world pengennya anyway but if that path is not there also was not anything too maksain engga should there have savings for my future ahead. After that I want happy parents and Sodara-Sodara me from my work. In addition I would like traveling together with my friends inside and outside the country and the country you want me kunjungin japanese or korean i'd love to visit there together with my friends because the country is quite interesting to dikunjungin for its natural beauty and after college I want visit the paradise island of bali to celebrate the graduation at once refreshing before looking for work. Furthermore, there are plans to get married at the age of twenty-four to twenty-five years with her boyfriend hopefully my soulmate.


Pancake Flavour restaurant that serves a variety of pancakes that time I visited with my friends, after returning to college we starve want to eat the sweet-scented when we visited a mall in Depok after walking around the mall we found a restaurant that serves a menu favourite pancakes but the restaurant also serves a lunch menu and a variety of interesting drinks and fresh.

An image above is the pancakes that my message is named Bananarama pancakes served with vanilla ice cream, baked banana butter, chocolate topping and chocolate sprinkles everything is synonymous with chocolate. I am very happy with the food that is flavorful chocolate, so I ordered the menu faint taste of pancakes plus the cold ice cream flavor and the sweetness of the chocolate makes the atmosphere becomes increasingly cool to linger to chat this place along with my friends.

Rabu, 13 April 2016

Toefl is a form of the English language test designed to measure a person's mastery of the English language, especially those who use English as a foreign language (foreign language).

Based on the medium used, Toefl now has three types, namely Paper-Based TOEFL (PBT), Computer-Based TOEFL, and Internet-Based TOEFL (IBT) :
1. Paper-Based TOEFL (PBT) is a type of test is the oldest and most widely used because they still use paper media (paper based). Answer sheets that are used are also using paper answer sheet.
2. Computer-Based TOEFL (CBT) is a type of computer-based tests used since 1998. This test type has been using computer technology. The format used is different because everyone uses a computer and no more paper used in this test.
3. Internet-Based TOEFL (IBT) is a recent TOEFL test types that were adopted since 2005. This species is widely used with the advances in internet technology.

In order to obtain a high score, make sure you make preparations and habits that support to take the TOEFL test, which is a common strategy to follow the TOEFL test is:
1. Follow the TOEFL preparation courses = courses and learned books TOEFL preparation (TOEFL Preparation).
2. Practice as often as possible with materials TOEFL preparation, both for the Listening Comprehension, Structure and Written Expression, or Vocabulary and Reading Comprehension. Work on the problems that exist and analyze your weaknesses to work on the problems.
3. Practise specifically for Listening Comprehension section via CD or exercise tapes. You also need to watch a lot of TV shows or movies that use English.
4. Study analyzes on questions compiled by the authors of TOEFL test preparation.
5. To the Structure, learn not only the rules of grammar but also the mistakes that appear most frequently (Common Mistakes) because many problems arise from the use of English common mistakes.
6. Enrich your knowledge of vocabulary and expressions (Idiom) because this term is widely used in Vocabulary or Listening Comprehension Reading Comprehension.

Verb is a word or phrase that reveals the presence, actions, and experiences. There are two kinds of verbs in the English language, which is the main verb (main verb) and helpers (auxiliary verb). At various grammar book called auxiliary verb (auxiliary verb) for use with the main verb (main verb).
 Example :
1.  He wanted to speak with Mr Brown
2.  In my opinion, it is too soon to make a decision
3.  She is considering not going
4. We wouldn’t mind waiting
5. They did it very well after they had practiced

Sumber : Buku Cerdas TOEFL 
                2012 KARISMA Publishing Group
                Drs. R. Suyoto Bakir



Senin, 28 Maret 2016

Tugas Bahasa Inggris 2

TTPertama, produksi adalah penciptaan jasa atau perubahan bahan ke dalam suatu produk. salah satu contoh adalah konversi dari bijih besi menjadi bagian mobil logam. selanjutnya produk ini perlu dipindahkan dari pabrik ke pasar. ini dikenal sebagai proses distribusi. Sebuah mobil mungkin dipindahkan dari sebuah pabrik di Detroit ke sebuah dealer mobil di Miami

first, production is the creation of services or the changing of materials into product. one example is the conversion of iron ore into metal car parts. next these products need to be moved from the factory to the marketplace. this is known as distribution. A car might be moved from a factory in Detroit to a car dealership in Miami.
1. What is the main idea of paragraph 1?
The main idea of paragraph 1 is a definition of business is the production,distribution,and sale of goods and services for a profit

2. How does the modern meaning of business differ from traditional one?
The concepts  and activities of business have increased in modern time. Traditionaly, business simply meant exchange or trade for things people wanted or needed. 

3. What is the main idea of paragraph 2 ?
Definition of  Production and distribution of car

4. What is ‘Production’?
Production is the creation of services or the changing of materials into products.

5. What is distribution ?
Product need to be moved from the factory to the marketplace

6. How do goods differ from service ?
Goods are products which people either need or want.Services,on the other hand,are activities which a person or group performs for another person or organization

7. What is ‘Sale?
Sale is the exchange of a product or service for money.

8. How many factors are there in bsiness ? what are they ?
3, Production, distribution and sale

9. What is profit ?
Profit is the money that remains after all the expenses are paid

10. What is the primary goal of business activity ?
Creating an economic surplus or profit

Selasa, 05 Mei 2015


Menumbuhkan nilai-nilai kejujuran dalam pendidikan merupakan tantangan utama pendidikan. Inflasi nilai, mencontek selama ujian nasional (UN), bocornya soal plus jawabannya, dan berbagai bentuk kecurangan lain, menjadi tanda kegagalan lembaga pendidikan dalam menanamkan nilai-nilai kejujuran. Indeks integritas sekolah (IIS) bisa menjadi solusi? Jawabannya adalah tidak! Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan memperkenalkan istilah baru kepada publik terkait kebijakan UN, yaitu IIS. Indeks ini menjadi petunjuk sejauh mana sebuah sekolah memiliki tingkat kejujuran dalam melaksanakan UN. Indeks integritas ini bisa menjadi pertimbangan bagi perguruan tinggi dalam menyeleksi calon mahasiswa baru.

Di kalangan para ahli psikometrik, konsep indeks integritas ini bukanlah hal baru. Kita bisa menyebut berbagai macam teori tentang indeks integritas ini, mulai dari teori klasik yang diawali Bird (1927, 1929), Crawford (1930), Dickenson (1945), dan Anikeef (1954). Teori tentang indeks integritas kemudian dikembangkan banyak ahli psikometrik, Saupe (1960), Dunn, (1961), Angoff (1974), Holland (1996), Wollack (1997, 2006), dan Sotaridona dan Meijer (2002, 2003).

Teori tentang indeks integritas ini masih diperdebatkan. Masing-masing memiliki kekuatan dan kelemahan tergantung dari cara menghitung indeks dan variabel yang diperbandingkan. Teori awal yang dikembangkan Bird (1930), misalnya, kiranya sudah tidak cocok lagi dipakai karena hanya mendasarkan diri pada perbandingan distribusi jawaban salah antara peserta yang mencontek (copier) dan yang dicontek (source) untuk menentukan indeks integritas.

Teori yang dikembangan Crawford, Dickenson, dan Anikeef masih berada di jalur yang sama, yaitu menggunakan variabel jawaban salah. Teori ini kemudian dikembangkan dengan memasukkan variabel lain, seperti distribusi jawaban benar, baik melalui analisis persamaan jawaban benar atau salah secara secara berurutan (string) (Hanson et al dan Angoff, 1974) dan acak (random).

Integritas tes

Berbagai macam teori indeks integritas, terutama yang klasik, tidak dapat diterapkan dalam konteks UN di Indonesia, karena UN di Indonesia bukan hanya ada satu varian soal, melainkan ada 20 varian soal. Teori sumber-pelaku sudah lama ditinggalkan karena tidak memiliki kekuatan memprediksi tingkat kejujuran.

Indeks integritas yang menggunakan multivariabel sering diacu untuk mengatasi kelemahan indeks integrasi sebelumnya (Angoff, 1974; Frary dan Tideman, 1997). Angoff (1974), misalnya, menggunakan indeks multivariabel untuk menentukan level integritas. Namun, penggunaan multivariabel ini pun masih banyak diperdebatkan para ahli psikometrik terkait sisi praktikalitas dan efektivitasnya. Bagi publik, terutama kalangan akademisi, tentu saja dasar pilihan teori yang dipakai Kemdikbud untuk menentukan indeks integritas sekolah perlu dipublikasi, atau paling tidak disosialisasikan, sehingga kalangan akademisi bisa meneliti dan menilai apakah analisis dan alat ukur yang dipakai oleh Kemdikbud dapat dipertanggungjawabkan.

Indeks integritas tes (IIT) kiranya lebih tepat dipakai sebagai ungkapan ketimbang IIS, karena seluruh diskursus tentang teori indeks integritas hanya mengukur indeks kejujuran sebuah tes (UN) dan tidak dapat dipakai untuk menyimpulkan perilaku jujur sebuah sekolah secara umum. Fungsi indeks integritas selalu terbatas. Karena itu, adalah keliru menggeneralisasi hasil indeks integritas tes untuk menilai kualitas kejujuran sebuah sekolah.

Rahasia?

Sistem pelaporan skor IIS dalam UN 2015 pun dipertanyakan. Nilai IIS tidak akan dipublikasi kepada masyarakat, tetapi hanya menjadi informasi yang diberikan pada sekolah dan perguruan tinggi. Pembatasan pemberian informasi publik ini membuat kita bertanya, apakah IIS merupakan rahasia negara, seperti soal UN yang bukan konsumsi publik? IIS dipakai untuk memberi tahu sekolah tentang skor nilai kejujuran sehingga sekolah dapat mengevaluasi diri dalam menanamkan nilai kejujuran ini. Kiranya informasi yang sama juga dibutuhkan orangtua dan masyarakat di mana mereka menyekolahkan anak-anaknya.

Bila secara teoretis IIS sesungguhnya tidak mengukur kualitas kejujuran sekolah, atau kejujuran seluruh anggota sekolah, melainkan hanya menilai sejauh mana dalam UN siswa satu dan yang lainnya saling mencontek melalui perbandingan data statistik jawaban benar dan salah dengan menggunakan kerangka teori tertentu, di mana kerangka teori ini pun masih diperdebatkan di kalangan para ahli psikometrik, kiranya terlalu berlebihan menganggap hasil evaluasi IIS sebagai rahasia negara.

Publik memiliki hak memperoleh informasi tentang kerangka teoretis, tujuan dan hasil dari sebuah proses evaluasi pendidikan yang diadakan oleh negara yang memengaruhi para pemangku kepentingan pendidikan, terutama orangtua.

Menilai kejujuran sekolah tidak dapat dilakukan melalui analisis statistik jawaban benar dan salah dalam sebuah ujian di mana kerangka teori yang menjadi landasannya masih banyak diperdebatkan di kalangan ahli psikometrik sendiri. Kejujuran merupakan sikap hidup yangperlu dilatih dan dibiasakan, didukung dengan lingkungan budaya, struktur, dan peraturan yang mendukung bertumbuhnya nilai penghargaan terhadap kebenaran. Sikap ini tidak dapat dinilai melalui indeks integritas sekolah yang sifatnya terbatas.

Kejujuran sebuah sekolah hanya bisa dinilai dari sejauh mana anggota-anggota sekolah itu melaksanakan nilai-nilai kejujuran semenjak mereka datang memasuki pintu gerbang sekolah sampai pulang, melalui contoh, teladan, pemberian ruang bagi praksis kejujuran yang didukung oleh aturan-aturan sekolah yang konsisten diterapkan, seperti menghilangkan budaya dan aturan katrol nilai, membuat peraturan dan sanksi tegas tentang perilaku mencontek, menghapuskan peraturan tentang kriteria ketuntasan minimal yang sering menjadi sumber ketidakjujuran guru dalam menilai siswa, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan sekolah.

Hal-hal ini kiranya lebih mendesak diperjuangkan dan diterapkan dalam lembaga pendidikan kita ketimbang memperkenalkan istilah baru kerangka teorinya masih diperdebatkan; tujuan, konsep dan metodenya dipertanyakan; dan sistem pelaporannya tertutup dan menafikan kontrol publik. IIS bukan hal fundamental yang dibutuhkan bangsa ini.

1.      Judul : Menilai Kejujuran

2.      Penulis : Doni Koesoema A

3.      Tanggal Penerbit : 22 April 2015

4.      Ragam Bahasa : Pendidikan

5.      Sinopsis atau Ringkasan :

Kejujuran sebuah sekolah hanya bisa dinilai dari sejauh mana anggota-anggota sekolah itu melaksanakan nilai-nilai kejujuran semenjak mereka datang memasuki pintu gerbang sekolah sampai pulang, melalui contoh, teladan, pemberian ruang bagi praksis kejujuran yang didukung oleh aturan-aturan sekolah yang konsisten diterapkan, seperti menghilangkan budaya dan aturan katrol nilai, membuat peraturan dan sanksi tegas tentang perilaku mencontek, menghapuskan peraturan tentang kriteria ketuntasan minimal yang sering menjadi sumber ketidakjujuran guru dalam menilai siswa, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan sekolah.

6.      Keunggulan :

-          Bahasanya mudah dimengerti dan dipahami oleh pembaca

-          Dapat menginspirasi bagi siswa-siswi

7.      Kelemahan :

-          Terlalu banyak teori menurut masing-masing tokoh

8.      Pendapat Akhir :

Cukup baik artikel ini untuk memotivasi para murid untuk menanamkan rasa kejujuran sejak dini
Sumber :http://widiyanto.com/menilai-kejujuran/#more-623

Jumat, 09 Januari 2015

Analisa Jurnal Tentang Perilaku Konsumen terhadap Pembelian Suatu Barang

Penelitian diadakan di Giant Hypermarket MOG di Jalan Kawi dan MATOS Hypermart di Jalan Veteran di kota Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan keputusan  pembelian konsumen terhadap chicken nugget dan untuk mengetahui faktor-faktor pengaruh. Jumlah sampel 100 responden dengan 50 konsumen dari setiap lokasi yang digunakan untuk mendapatkan data yang dipilih secara accidental sampling. Data dikumpulkan dari 19 Mei - 26 Juni 2013. Data primer dikumpulkan dengan metode survei menggunakan kuisioner struktural.  Analisis data terdiri dari dua tahap, yaitu analisis faktor dan analisis regresi berganda. Hasil dari penelitian ini bahwa konsumen membeli chicken nugget dengan merek dan kuantitas yang sama namun berdasarkan kebutuhan. Faktor "lingkungan sosial chicken nugget konsumen", "promosi, tempat dan komposisi chicken nugget", "harga dan merek chicken nugget", "promosi dan produk chicken nugget", jenis kelamin dan pekerjaan dapat meningkatkan pembelian konsumen terhadap produk chicken  nugget.
Sumber : http://fapet.ub.ac.id/wp-content/uploads/2014/01/PERILAKU-KONSUMEN-DALAM-PEMBELIAN-PRODUK-CHICKEN-NUGGET.pdf

Kamis, 08 Januari 2015

Bagaimana Perilaku Konsumen Terhadap Pembelian Belanja Online


4 Perilaku Konsumen Saat Belanja Online. Ini perlu anda ketahui jika anda menjadi seorang penjual online. Beberapa hal berikut mungkin dapat sedikit membantu anda dalam hal memperhatikan perilaku konsumen yang setidaknya dapat membantu konversi tingkat pembelian terhadap produk anda. Jangan heran pada saat pengunjung web toko online anda yang hanya sekedar bertanya namun tidak membeli produk dari toko anda hmmm.. apalagi tanyaknya udah panjang lebar tapi tidak jadi beli,,,sebel banget. Ini pernah saya alami. Ya sebagai penjual harus sabar meladeni pembeli apapaun karekaternya.

Inilah 10 perilaku konsumen yang patut kita ketahui jika kita berposisi sebagai penjual :

1. Menanyakan harga produk

Ini sering kali terjadi, meskipun harga sudah jelas di pajang pada web, harga produk tetap di tanyakan juga hadehh…:-D

Tips:

Tetap tanggapi dengan positif apapun yang di tanyakan konsumen. Apalagi konsumen tersebut adalah konsumen yang beru datang ke toko online anda ( konsumen baru ). Jangan biarkan ia kabur karena kesan acuh yang ia dapat dari tanggapan anda saat anda  merasa jengkel.

 2. Melakukan pemesanan namun tidak melakukan pembayaran

Kadang ada juga pembeli yang tertarik dan sampai memesan produk. Namun untuk selanjutnya konsumen tersebut tidak melakukan pembayaran produk atau sekedar tertarik iseng. Ini juga pernah saya lakukan saat saya berbelanja online, maklum saya tertarik produk tersebut padahal uang saya belum ada hehe..:-D. Ini salah satu perilakuk  konsumen saat berbelanja online. Mengapa ini bisa terjadi, karena berbelanja online kita dapat sesuka kita memilih produk dan memesanya tanpa malu untuk selanjutnya membatalkan pemesananya kita tersebut.

Tips:

Jika itu terjadi pada anda ( sebagai penjual online ), konsumen tersebut merupakan prospek yang bagus dan memungkinkan terjadinya pembelian terhadap produk anda. Tanggung jawab anda adalah selanjutnya mem-follow atau mengingatkan terhadap pemesanan yang dilakukan konsumen anda tersebut. Biasanya follow-up dilakuka 1-2 hari setelah pemesanan dilakukan oleh konsumen. Ini juga salah satu tips menfollow pengunjung prospek. Jika kita terlalu cepat melakukan followup, maka kencerungan konsumen malah merasa takut, seolah-olah ingin di paksa untuk membeli. Teknik dan tips menfolloup konsumen akan saya bahas di postingan selanjutnya. Karena dengan teknik followup yang baik akan mengingkatkan tingkat pembelian atas produk anda.

3. Butuh jaminan

Setiap berbelanja online konsumen pasti berhati-hati. Karena yang memang pada dasarnya berbelanja online adalah belanja dengan sistem kepercayaan. Jika konsumen sudah berani belanja di toko online anda, itu berarti konsumen tersebut sudah memberikan kepercayaannya terhadap toko online anda. Dari sinilah jangan kita hancurkan kepercayaan konsumen tersebut. Konsumen butuh jaminan atas produk yang dibelinya tersebut. Sudah terbukti banyak toko online yang memberikan jaminan atas produknya, terjadi tingkat penjualan yang tinggi setelah menerapkan “jaminan uang kembali”. Dan teknik menjamin konsumen seperti ini masih banyak lagi trik dan kata-kata yang digunakan. Jika kita bahas disini akan sangat lebar. Di postingan selanjutnya akan kita bahas secara mendetail bagaiman mana menjamin konsumen agar ia tidak ragu dan langsung membeli produk dari toko online kita.

Tips:

Contoh beberapa kalimat yang dapat menjamin konsumen sehingga ia merasa tidak sungkan mengeluarkan uangnya untuk membeli produk anda: “Garansi uang kembali jika produk tidak asli“,”Barang tidak sampai kami kirim ulang“. Dan masih banyak lagi yang lainya. Yang intinya adalah membuang rasa takut yang dimiliki konsumen saat berbelanja online.

 4. Jaga privasi

Tidak semua konsumen yang berbelanja online suka diketahui orang lain paket apa yang dikirim padanya. Banyak juga yang mengingiknan di jaga kerahasiaanya. Misalnya saat sering mendapat konfirmasi konsumen setelah melakukan pembayaran dengan pertanyaan : “Paket dibungkus polos ya mas“, “Nama produk janga ditulis ya mas“,dll.

Tips:

Usahakan beri kalimat yang membuat konsumen merasa nyaman. Misal:”Paket dibungkus polos dan rapih“. Ada kalimat rapih yang secara tidak langsung membuat konsumen tenang dan nyaman secara psikologi. Dan hal tersebut memang sangat berkaitan erat dengan salah satu dasar konsumen berbelanja, yaitu konsumen berbelanja karena sisi emosional.

Itulah 4 Perilaku konsumen saat berbelanja online yang dapat sharing pada teman semua. Semoga dapat membatu. Mari berdiskusi memalu form komentar jika ada yang ingin ditambahkan atau memberi saran. Saya dengan senang hati menanggabi komentar atau saran yang teman semua berikan